WNI di Luar Negeri Antre Berjam-jam di TPS, Ini Penjelasan KPU



Jakarta - Pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2019 bagi WNI yang berada di luar negeri diwarnai antrean yang memakan waktu berjam-jam. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelaskan dugaan sementara penyebab antrean di TPS luar negeri.

"Dugaan sementara, antrean itu kategori Daftar Pemilih Khusus (DPK), yakni pemilih yang tidak masuk DPT/DPTb, dan baru sadar belakangan untuk ikut milih (bukan lapor saat masih proses pendataan). Putusan MK bilang, mereka bisa nyoblos di satu jam terakhir (dan sepanjang surat suara masih ada)," ujar Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi saat dimintai konfirmasi, Minggu (14/4/2019).


Terkait persoalan di atas, khususnya di Melbourne dan Sydney, Pramono mengatakan membludaknya Daftar Pemilih Khusus (DPK) di Melbourne masih bisa ditangani karena masih tersedianya surat suara. Sedangkan TPS di Sydney, dijelaskan Pramono, ditutup karena masa sewanya sudah habis.


"Info sementara, di Melbourne pemilih DPT yang datang ke TPS hanya 40%. Jadi membludaknya pemilih DPK masih terfasilitasi dengan surat suara yang tersedia (60% plus cadangan). Kalau di Sydney, TPS luar negeri ditutup karena tempatnya menyewa, dan sudah habis jam sewanya," ujar Pramono.

Untuk diketahui, WNI di luar negeri lebih dulu menggunakan hak pilihnya pada tanggal 8 hingga 14 April 2019. Nantinya, surat suara akan dihitung pada tanggal 17 April 2019.
(dkp/imk)

0 Response to "WNI di Luar Negeri Antre Berjam-jam di TPS, Ini Penjelasan KPU"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel