Usai Ditangkap, Julian Assange Ditahan di 'Guantanamo-nya Inggris'



London - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, kini ditahan di penjara dengan pengamanan ketat, HM Prison Belmarsh, sebelah tenggara London, Inggris. Penjara yang menjadi tempat mendekamnya sejumlah penjahat paling terkenal Inggris itu dijuluki sebagai 'Guantamano-nya Inggris'.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (13/4/2019), informasi bahwa Assange ditahan di penjara Belmarsh itu diungkapkan oleh seorang sumber legal setempat kepada AFP.

Surat kabar lokal, The Sun, sebelumnya melaporkan bahwa Assange dibawa ke penjara Wandsworth, usai ditangkap secara dramatis di Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di London, pada Kamis (11/4) waktu setempat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, menuturkan bahwa para pejabat konsuler akan berusaha mengunjungi Assange, yang seorang warga negara Australia, di tempatnya ditahan. Namun tidak disebut lebih lanjut ke mana kunjungan akan dilakukan. Komisi Tinggi Australia di London tidak bisa mengonfirmasi maupun menyangkal apakah kunjungan itu telah dilakukan.


Penjara Belmarsh yang terletak di London sebelah tenggara ini tercatat sebagai salah satu penjara paling terkenal di Inggris. Gelar ini didapat setelah dua pejahat terkenal Inggris, Ronnie Biggs yang dijuluki 'Great Train Robber' dan Charles Bronson yang dijuluki 'narapidana paling kasar di Inggris', ditahan di sana.

Penjara tersebut mulai dibuka tahun 1991 dan kerap digunakan untuk menahan para tersangka kasus kriminal level tinggi di Inggris. Salah satunya adalah mantan penceramah kebencian Abu Hamza, yang kini mendekam di penjara Amerika Serikat (AS) usai diekstradisi. Ulama radikal, Anjem Choudary, yang divonis bersalah mendukung Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tahun 2016 lalu, juga sempat dipenjara di Belmarsh.

Penjara Belmarsh mendapatkan julukan sebagai 'Teluk Guantanamo-nya Inggris' pada masa-masa setelah tragedi 9/11 di AS tahun 2001 lalu. Saat itu, Belmarsh digunakan untuk menahan sejumlah tersangka terorisme.

Diketahui bahwa Guantanamo Bay merupakan penjara militer AS yang berlokasi di Pangkalan Laut Teluk Guantanamo di Kuba. Operasional di penjara ini dituduh sarat pelanggaran HAM besar-besaran oleh Amnesty International, dengan laporan menyebut narapidana disiksa dan ditahan tanpa persidangan dalam jangka waktu lama.


Kembali ke penjara Belmarsh, diketahui bahwa penjara ini memiliki kapasitas 900 orang. Penjara ini menampung baik para tahanan dan narapidana yang menjalani masa hukum pendek maupun narapidana yang dinyatakan bersalah atas kejahatan paling berat. "Bisa juga menampung tahanan yang membutuhkan pengaturan manajemen khusus karena profil publik dan media mereka," sebut laporan inspeksi penjara Belmarsh, tahun lalu.

Laporan itu juga menyebut bahwa penjara Belmarsh mengalami 'kekurangan signifikan untuk staf garis depan' sehingga memicu 'rezim harian' yang keras dan ketat, dengan pembatasan waktu para narapidana di luar sel mereka.

Penjara Belmarsh menjadi sedikit peningkatan bagi Assange, yang sebelumnya pernah dipenjara di Inggris. Tahun 2010 lalu, Assange menghabiskan waktu selama 9 hari di penjara Wandsworth saat diselidiki terkait tuduhan kekerasan seksual di Swedia. Penjara Wandsworth dijuluki sebagai 'penjara paling padat' di Inggris.

Assange yang ditangkap atas permintaan ekstradisi AS ini, sebelumnya dinyatakan bersalah melanggar ketentuan pembebasan dengan jaminan yang ditetapkan tahun 2012 lalu oleh pengadilan Inggris. Dia diperkirakan akan mendekam di penjara Inggris selama satu tahun. Secara terpisah, Assange masih harus menjalani persidangan ekstradisi yang diajukan AS, yang kemungkinan akan digelar Mei mendatang.

Penjara Belmarsh di InggrisPenjara Belmarsh di Inggris Foto: Photo by Daniel LEAL-OLIVAS/AFP

(nvc/fdn)

0 Response to "Usai Ditangkap, Julian Assange Ditahan di 'Guantanamo-nya Inggris'"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel