Soroti Bandara Kertajati, BPN Prabowo: Kritik Pak JK Benar Sekali



Jakarta - Wapres Jusuf Kalla mengkritik infrastruktur Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati yang dianggap kurang kajian. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga menilai Bandara Kertajati tidak efisien.

"Kritik Wapres Pak Jusuf Kalla benar sekali. Kami sejalan dengan ide dan alur pikir beliau. Kami telah menginventarisasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah yang tidak efisien dan berpotensi mangkrak. Antara lain proyek tersebut adalaha Bandara Kertajati," ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Suhendra Ratu Prawiranegara kepada wartawan, Sabtu (13/4/2019).

Menurut Suhendra, Bandara Kertajati tidak tepat sasaran. Senada dengan JK, pihak pasangan nomor urut 02 itu menilai Bandara Kertajati kurang kajian.


"Kami, tim pakar BPN Prabowo Sandi Bidang Infrastruktur menilai proyek Bandara Kertajati ini membebani keuangan negara, tidak dihitung secara cermat dari berbagai aspek. Aspek ekonomi, aspek teknis (engineering), dan aspek sosial dan lingkungannya. Bisa disimpulkan kami mempertanyakan feasibility study proyek ini," tutur Suhendra.

Dia pun menyoroti soal besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk membangun Bandara Kertajati. Angka tersebut, kata Suhendra, tidak sepadan mengingat Bandara Kertajati saat ini yang masih sepi.

"Inisiasi proyek ini kan awalnya oleh Pemprov Jabar pada mula tahun 2000, dalam perjalanan akhirnya dikerjasamakan dengan pemerintah pusat. Yang pada era Joko Widodo diprogramkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN)," sebutnya.

Soroti Bandara Kertajati, BPN Prabowo: Kritik Pak JK Benar SekaliFoto: Bandara Kertajati. (Sudirman Wamad/detikcom).

"Proyek ini menelan biaya dalam kisaran Rp 2,6 triliun. Angka yang tidak kecil, dan tidak sepadan dengan kondisi faktual sekarang ini, yang mana bandara ini tidak memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi kawasan sekitar," imbuh Suhendra.

Kurangnya kajian terhadap pembangunan itulah yang disebut membuat Bandara Kertajati sepi. Suhendra menilai pemerintah kurang perhitungan.

"Dari sisi keterkaitan keterpaduan infrastruktur, bagaimana mungkin warga di sekitar Kota Bandung akan memakai bandara ini, sementara jarak tempuh Bandung-Kertajati hampir 2 jam perjalanan? Jadi sangat wajar bandara ini sepi penumpang. Hal-hal seperti ini yang menurut kami pemerintah kurang pertimbangan matang dalam perencanaan awal proyek," bebernya.

Meski saat ini Bandara Kertajati sepi, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan bandara tersebut akan menguntungkan dalam 5 tahun mendatang. BPN Prabowo-Sandiaga meminta Menhub membuka kajiannya.

"Jika memang Menhub sudah berpendapat bakal untung dalam 5 tahun ke depan. Coba buka kajian akademisnya, kajian teoritisnya, kajian empirisnya ke publik dong? Wong faktanya bandara Kertajati ini saat ini sangat sepi, bagaimana bisa profit dalam 5 tahun mendatang untuk mengembalikan biaya pembangunan bandara yang menelan biaya berkisar Rp 2,6 triliun tersebut?" tukas Suhendra.


Sebelumnya Wapres JK mengkritik Bandara Kertajati yang masih sepi. JK menyebut pembangunan bandara tersebut tanpa kajian yang mendalam.

"Mungkin kurang penelitian, sehingga lokasinya tidak pas. Tidak pas untuk Bandung, tidak pas untuk Jakarta. Tanggung, jadi kalau mau ke Bandung, lewat Kertajati mesti naik mobil lagi sampai 100 km," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/4).

Belakangan JK meminta semua pihak tidak saling menyalahkan atas kekurangan di Bandara Kertajati. Ia juga menyebut Bandara Kertajati dibangun atas ide Pemporv Jabar saat dipimpin politikus PKS Ahmad Heryawan (Aher).

"Kertajati itu kan usulan Pemda Jawa Barat, Gubernurnya Aher, jadi di posisi 2 kan. Jadi kalau ada yang salah ya salah bersama lah bukan hanya salahnya pemerintah," ujar JK, Jumat (12/4).
(elz/fdn)

0 Response to "Soroti Bandara Kertajati, BPN Prabowo: Kritik Pak JK Benar Sekali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel