JK Nilai Pemilu 2019 di Luar Negeri Kisruh karena TPS Kurang



Jakarta - Proses pemungutan suara Pemilu 2019 di beberapa TPS di luar negeri sempat diwarnai keributan. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai pencoblosan di dalam negeri esok hari akan berjalan dengan tertib.

"Kalau di dalam negeri, itu mungkin lebih mudah dibanding luar negeri. Di Indonesia TPS ada 800 ribu, satu TPS maksimum 300 (pemilih)," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).




JK mengungkapkan, banyaknya TPS dengan setiap TPS maksimal 300 pemilih membuat waktu pemilihan akan berjalan sesuai waktu yang ditentukan. Menurut JK pemilih kali ini merupakan pemilih paling rumit karena membutuhkan waktu 12-15 menit untuk mencoblos 5 surat suara.

"Jadi memang dianjurkan untuk lebih cepat. Supaya, waktu dipakai (sesuai yang ditetapkan)," katanya.

Menurut JK, pemungutan suara di luar negeri terjadi keributan karena jumlah TPS yang kurang. Sementara itu banyak juga pemilih yang hanya membawa paspor.

"Kalau di dalam negeri, mau yang pindah sudah diatur, sebelumnya sudah ada daftarnya. Jadi tidak ada sesulit itu. Di luar negeri itu banyak orang yang tidak mendaftar. Kedua juga TPS-nya tidak banyak semua berkumpul di kedutaan, seperti itu. Apa yang kita lihat terjadi itu," tuturnya.




JK berharap agar pemilu tahun ini partisipasi masyarakat tinggi untuk memberikan hak suaranya.

"Saya kira pemilu ini yang tingkat partisipasinya paling tinggi di luar negeri, khususnya kita harapkan besok partisipanya tinggi," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, sempat terjadi kisruh saat penyelenggaraan Pemilu 2019 di Sydney, Australia. Banyak WNI yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya salah satunya karena TPS tutup pukul 18.00 waktu Sydney.
(nvl/zak)

0 Response to "JK Nilai Pemilu 2019 di Luar Negeri Kisruh karena TPS Kurang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel