Disediakan Jemputan, Warga Terpencil Batang Tetap Menolak Nyoblos



Batang - Warga Dusun Sigandul yang tinggal di kawasan terpencil di Kabupaten Batang tetap kukuh tidak akan turun gunung untuk mengunakan hak pilihnya. Warga meminta ada TPS tersendiri di dusunnya.

Pemkab Batang menyiapkan dua kendaraan roda empat untuk menjemput 150 warga Sigandul agar turun gunung untuk menggunakan hak suaranya.

Bupati Batang, Wihaji, mengatakan persoalan warga Sigandul telah dirapatkan dan diputuskan untuk menjemput warga menggunakan mobil. "Kita berusaha sebaik mungkin dengan memfasilitasi dua kendaraan mobil untuk mobilisasi warga," kata Wihaji, Rabu (17/4/2019).

Mamun demikian sikap keras warga yang enggan turun gunung, membuat Pemkab memilih untuk membiarkan warga mengambil keputusan sendiri. "Kalau memang mereka tidak mau menggunkan hak pilihnya, itu hak mereka kita tidak bisa memaksa," katanya.


Warga Dusun Sigandul menolak tawaran dari Bupati Batang untuk turun gunung kendati telah difasilitasi dengan menggunakan dua kendaraan roda empat secara bergantian.

"Kita tetap menolak, Mas. Kita ini masih memiliki KTP yang masih berlaku dan masuk ke Desa Mojo Tengah Kecamatan Reban, bukan Desa Prenten Kecamatan Bawang," jelas Eko Fitriyanto, tokoh warga setempat kepada detikcom.

Saat ini, warga tetap beraktivitas sebagaimana hari biasa yaitu bertani di ladang-ladang garapam dan sama sekali tidak mempedulikan adanya Pemilu. "Kalau TPS ada di sini, kita mau nyoblos," tegasnya.


Dusun Sigandul yang terletak di di lereng sabuk pegunungan dieng diapit Gunung Prau dan Gunung Gondomayit ini secara resmi telah dihapus karena berada di kawasan rawan bencana longsor. Namun warga yang semula telah dipindahkan, kini kembali menempati lahan mereka yang lama di Sigandul.

Administrasi kependudukannya pun menjadi berubah. Semula mereka adalah warga Desa Mojotengah, Kecamatan Reban, sesuai yang tertera di KTP mereka hingga sekarang. Namun kini, meskipun menempati lokasi yang sama, mereka dimasukkan sebagai warga Dusun Bintoro Mulyo, Desa Prenten, Kecamatan Bawang.

Ada sekitar 150 warga dewasa di kampung tersebut. Namun mereka memutuskan tidak akan menggunakan hak pilihnya jika TPS masih menginduk di Desa Prenten Kecamatan Bawang, yang cukup jauh dari lokasi tinggal mereka.
(mbr/mbr)

0 Response to "Disediakan Jemputan, Warga Terpencil Batang Tetap Menolak Nyoblos"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel