Pemkot Bekasi Uji Coba Listrik Tenaga Sampah, Target Operasi Tahun Ini



Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi bersama PT Nusa Wijaya Abadi (NWA) mempercepat operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumur Batu, Bekasi, Jawa Barat. PLTSa itu disebut dapat mereduksi 3,3 ton sampah per jam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi, mengatakan pihaknya masih mengevaluasi hasil uji coba PLTSa Sumur Batu yang dilakukan pada Selasa (5/2) hingga Rabu (6/2) selama 24 jam non-stop. Hasil evaluasi ditargetkan selesai Februari 2019.

"Belum ada kesimpulannya (hasil uji coba). Saya lagi buat kesimpulannya nanti kami laporan ke Pak Wali (Kota) nanti setelah itu baru di-publish. Mudah-mudahan nanti bulan-bulan ini lah," ujar Jumhana ketika dihubungi, Senin (11/2/2019).


Jumhana mengatakan pengembangan PLTSa Sumur Batu berdasarkan Peraturan Presiden nomor 35 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengelolah Sampah menjadi Energi Listrik Bebasis Teknologi Ramah Lingkungan.

"Perpres 35 ya. Hanya beberapa kabupaten/kota kalau nggak salah ada 11 (kota/kabupaten). Termasuk Kota Bekasi. Makanya kami nggak mau main-main. Nggak mau setengah-setengah. Malu kan sama Pak Presiden (Jokowi. Kalau cuma ecek-ecek, terus nggak jalan kan bahaya," ujarnya.

Jumhana memastikan PLTSa Sumur Batu harus berjalan tahun 2019. "Target makin cepet makin baik. Tahun ini harus (berjalan)," ujar Jumhana.

Pemkot Bekasi Uji Coba Listrik Tenaga Sampah, Target Operasi Tahun IniFoto: Pemkot Bekasi uji coba Pembankit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumur Batu. (Isal-detikcom)

Sesuai perjanjian dengan Pemkot Bekasi, PT NWA diharuskan dapat mereduksi 150 ton sampah per hari. Target sampah yang direduksi untuk tahapan selanjutnya, kata Jumhana, akan ditingkatkan.

"Tahap pertama 150 ton, nanti kalau nggak salah ada 5 tahap. Setiap tahap bertambah," ujar Jumhana.

Presiden Direktur PT NWA, Tenno Sujarwanto, mengatakan PLTSa Sumur Batu mampu memproduksi listrik sebesar 1,5 megawatt. Sampah yang tereduksi mencapai 3,3 ton per jam.

"Turbin kita terpasang 1,5 megawatt. Kira-kira ton sampahnya (tereduksi) 3,3 ton per jam," ujar Tenno di kantornya, PLTSa Sumur Batu, Jalan Pangkalan II, Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (11/2).


Sampah yang dijadikan bahan baku berupa sampah organik dan anorganik. Suhu pembakaran mencapai 1.000 derajat celcius. Pembakaran sampah, kata Tenno, menggunakan teknologi Circulating Heat Combuion Boiler.

Tenno mengatakan dengan kapasitas listrik 1,5 megawatt dapat mengaliri listrik 4500 rumah. "Bisa 4500 rumah. Kalau rumah masing-masing (menggunakan) 1000 watt," ujar Tenno.

Saat ini, PT NWA sedang menunggu surat rekomendasi dari Wali Kota Bekasi untuk diajukan ke Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM). Selanjutnya, Kementerian ESDM akan memerintahkan PLN untuk membeli listrik yang dihasilkan oleh PT NWA.
(idh/idh)

0 Response to "Pemkot Bekasi Uji Coba Listrik Tenaga Sampah, Target Operasi Tahun Ini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel