Bos PT BAP Sebut Anggota DPRD Kalteng Minta Uang Rp 240 Juta



Jakarta - Direktur Operasional Sinar Mas V Wilayah Kalteng Willy Agung Adipradhana menyebut DPRD Kalimantan Tengah yang menawarkan agar dibuat jumpa pers. Jumpa pers sebagai tindak lanjut dugaan pencemaran limbah di Danau Sembuluh Kabupaten Seruyan oleh PT Binasawit Abadi Pratama (BAP).

"Mereka sampaikan akan meluruskan berita dan tidak ada RDP. Saya bilang kalau konfrensi pers bersama agar publik tahu masalah sesungguhnya," kata Willy saat pemeriksaan terdakwa dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Duduk sebagai terdakwa Willy Agung Adipradhana, Director PT BAP Edy Saputra Suradja dan Department Head Document and License Perkebunan Kalimantan Tengah-Utara PT BAP, Teguh Dudy Syamsuri.

Willy mengatakan saat bertemu dengan Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton mengenalkan sebagai orang berpengaruh di Kalteng karena sudah tiga kali menjadi anggota DPRD Kalteng. Namun perusahaan Sinar Mas tidak pernah sowan kepada dirinya.






"Lalu Pak Borak mengatakan saya sudah 3 kali jadi DPRD Kalteng, saya orang berpengaruh masak Sinar Mas tidak pernah sowan kepada saya," kata Willy.

Kepada Teguh Dudy, jaksa bertanya uang yang berikan kepada komisi B DPRD Kalteng tersebut. Menurut Teguh, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding Ladewiq H Bangkan yang meminta uang Rp 240 juta untuk bisa meluruskan berita kepada media.

"DPRD Kalteng minta Rp 240 juta agar meluruskan media, yang minta Pak Punding. Kemudian saya sampaikan Pak Willy dan Pak Eddy," jelas Teguh.

Untuk memenuhi permintaan itu, Teguh mengaku memberikan laporan kepada Willy dan Eddy. Dia juga menghubungi Dirut PT SMART, Jo Daud Dharsono agar bisa mendapatkan jaminan dari DPRD Kalteng.






"Pak Punding juga bilang kalau di Jakarta Rp 300 juta untuk saya sendiri. Pada saat itu saya diam. Karena yang diminta Rp 20 juta per orang (12 orang jumlah Komisi B DPRD Kalteng) Pak Borak bilang anggap ini uang perkenalan," kata Teguh Dudy.

Dalam perkara ini, Edy Saputra Suradja, didakwa menyuap Rp 240 juta kepada Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding Ladewiq H Bangkan, serta anggota Komisi B DPRD Kalteng Edy Rosada dan Arisavanah.

Edy Saputra Suradja didakwa bersama-sama Direktur Operasional Sinar Mas Wilayah Kalimantan Tengah Willy Agung Adipradhana dan Teguh Dudy Syamsuri melakukan suap tersebut. PT BAP disebut dalam dakwaan sebagai anak usaha Sinar Mas Group.

Suap itu diberikan agar DPRD Kalteng tidak melakukan rapat dengar pendapat terkait dugaan pencemaran limbah di Danau Sembuluh.
(fai/fdn)

0 Response to "Bos PT BAP Sebut Anggota DPRD Kalteng Minta Uang Rp 240 Juta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel