Ahok Masuk PDIP, Hasto: Siapa Pun Boleh Bergabung



Yogyakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok resmi bergabung ke PDIP sejak Jumat (8/1) kemarin. Bergabungnya Ahok menguntungkan atau justru merugikan buat partai berlambang Banteng ini?

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan pihaknya tidak berbicara untung-rugi saat menerima Ahok sebagai anggota PDIP. Menurutnya PDIP adalah rumah bersama, oleh karenanya siapa pun boleh bergabung termasuk Ahok.

"Yang namanya fungsi partai kan untuk menerima mereka yang mau masuk ke PDI Perjuangan, dan Pak Ahok sebagai anggota biasa ya kita terima," jelasnya kepada wartawan di Hotel Ros In Yogyakarta, Sabtu (9/2/2019)

"Kita enggak bicara menguntungkan atau merugikan (atas bergabungnya Ahok), yang kita bicarakan politik ini kan penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan," lanjut Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini.

Adapun Ahok, lanjut Hasto, setelah resmi menjadi kader PDIP statusnya adalah anggota biasa. Mantan politikus Partai Gerindra tersebut tidak akan langsung menduduki kepengurusan di PDIP.

"Ya posisinya (Ahok) sebagai anggota, ya sebagai anggota bukan sebagai pengurus. Kalau anggota itu masih ada tahapan-tahapan, penugasan-penugasan, baru menjadi kader," ungkapnya.

Lalu, apakah bergabungnya Ahok akan mendongkrak suara PDIP? "Kita enggak berpikir (Ahok akan dongkrak suara). Dongkrak suara itu melalui kerja keras di tengah rakyat bukan dari seseorang (memiliki) KTA," pungkas Hasto.

(ush/bgs)

0 Response to "Ahok Masuk PDIP, Hasto: Siapa Pun Boleh Bergabung"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel