Julian Assange, Pembocor Dokumen Rahasia yang Pernah Dituduh Memperkosa



London - Sosok Julian Assange sangat melekat dengan WikiLeaks yang membocorkan banyak dokumen rahasia pemerintah, khususnya Amerika Serikat (AS). Selain WikiLeaks, Assange juga diketahui pernah terseret kasus pemerkosaan di Swedia.

Seperti dilansir Los Angeles Times dan The Independent, Jumat (12/4/2019), Assange yang kini berusia 47 tahun, mendirikan WikiLeaks pada tahun 2006. Dalam beberapa tahun, nama WikiLeaks mencuat karena membocorkan informasi rahasia termasuk ratusan ribu kawat diplomatik yang membuat geram AS dan negara-negara lain.

Para pendukung Assange melihatnya sebagai seorang pahlawan yang menantang sensor dan menjunjung kebebasan berbicara. Para pengkritiknya menyebut Assange membahayakan keamanan nasional karena membocorkan dokumen-dokumen rahasia.

Assange ditangkap di dalam Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di London, Inggris pada Kamis (11/4) waktu setempat oleh polisi Inggris. Penangkapannya disebut terkait pelanggaran ketentuan pembebasan bersyarat tahun 2012, namun belakangan diakui didasari oleh permintaan ekstradisi AS.


Menengok ke belakang, hanya sedikit yang diketahui soal kehidupan pribadi Assange. Orangtuanya dilaporkan bertemu dalam sebuah aksi unjuk rasa melawan Perang Vietnam dan dia dilahirkan di Townsville, Australia, tahun 1971.

Masa kecil Assange di Queensland, Australia diwarnai pengembaraan dan perjalanan tak menentu. Ayah dan ibunda Assange kerap berpindah lokasi saat aktif di sebuah teater yang melakukan tur keliling di berbagai wilayah di Australia. Assange kecil disebut mengenyam pendidikan di 37 sekolah berbeda saat mengikuti aktivitas orangtuanya.

Assange mengacungkan jempol usai ditangkap di LondonAssange mengacungkan jempol usai ditangkap di London Foto: Reuters

Gaya hidup mengembara dilakukan Assange beberapa dekade kemudian, setelah WikiLeaks menanjak. Profil New Yorker tahun 2017 menyebut sebelum Assange mengasingkan diri di dalam Kedubes Ekuador, dia tinggal berpindah-pindah lokasi setiap beberapa hari sekali, dengan sedikit tidur dan makan.

Kembali ke masa muda Assange, diketahui bahwa dia mengenyam pendidikan tinggi di University of Melbourne, Australia antara tahun 2003 hingga 2005. Semasa kuliah, dia pernah menjadi Wakil Presiden Komunitas Matematika dan Statistik. Keahlian Assange menyelesaikan puzzle dan soal matematika dengan cepat berubah menjadi bakat pemrogaman komputer dan coding -- juga peretasan yang membuatnya berurusan dengan penegak hukum Australia saat usianya baru menginjak 20-an tahun.


Majalah Paradox menyebut Assange akhirnya keluar dari universitas tempatnya kuliah tanpa lulus secara resmi, karena dia kecewa pada akademisi.

Tahun 2010 menjadi tahun yang sangat penting dalam kehidupan Assange. WikiLeaks menjadi pemberitaan global setelah membocorkan video yang menunjukkan pasukan AS di Irak menembaki secara brutal belasan warga sipil Irak dari sebuah helikopter militer. WikiLeaks yang didirikan sebagai perpustakaan online, bertanggung jawab atas pembocoran dokumen rahasia dari pemerintah, badan intelijen, partai politik dan korporasi multinasional.

Server WikiLeaks tersebar di seluruh dunia, namun server pusatnya diketahui ada di sebuah bungker nuklir bawah di Stockholm, Swedia. Sebagai editor WikiLeaks, Assage mengawasi perilisan lebih dari 10 juta dokumen rahasia. "Peran jurnalisme yang baik adalah untuk melawan penindas yang kuat," ucapnya kala itu.

Pada tahun yang sama, Assange dituduh melakukan tindak pemerkosaan dan pencabulan terhadap dua wanita yang berhubungan intim dengannya. Kasus ini mencuat saat Assange berkunjung ke Swedia pada tahun yang sama. Assange telah menyangkal tuduhan-tuduhan tersebut.


Kasus di Swedia ini sempat memicu penyelidikan hingga akhirnya berujung perintah penangkapan internasional untuk Assange. Saat itu hakim Inggris telah memerintahkan ekstradisi Assange ke Swedia, namun Assange mencari perlindungan di Kedubes Ekuador di London untuk menghindari ekstradisi itu.

Kasus tersebut akhirnya digugurkan pengadilan Swedia tahun 2017 lalu. Namun Assange tetap tinggal di dalam Kedubes Ekuador di London, karena khawatir akan diekstradisi ke AS untuk menghadapi tuduhan penyidik federal terkait WikiLeaks.

Penampilan terbaru Assange dengan berewok usai ditangkap di LondonPenampilan terbaru Assange dengan berewok usai ditangkap di London Foto: REUTERS/Peter Nicholls

Kekhawatiran Assange itu terbukti setelah dirinya ditangkap polisi Inggris pada Kamis (11/4) waktu setempat. Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa Assange ditangkap di bawah perjanjian ekstradisi antara AS dan Inggris.

Bahkan dakwaan terhadap Assange telah diungkap ke publik, yakni konspirasi peretasan komputer Departemen Pertahanan AS yang terhubung dengan jaringan pemerintah AS yang menyimpan dokumen-dokumen dan komunikasi rahasia. Aksi ini disebut sebagai bagian dari aksi pembocoran WikiLeaks tahun 2010 terkait ratusan ribu dokumen militer AS yang melaporkan misi perang di Afghanistan dan Irak, juga dokumen rahasia komunikasi diplomatik AS.


(nvc/ita)

0 Response to "Julian Assange, Pembocor Dokumen Rahasia yang Pernah Dituduh Memperkosa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel