Julian Assange Ditangkap Atas Permintaan AS, Didakwa Konspirasi Peretasan



London - Penangkapan pendiri WikiLeaks, Julian Assange, di London, Inggris didasari atas permintaan ekstradisi dari Amerika Serikat (AS). Bahkan otoritas AS telah mengumumkan dakwaan yang dijeratkan terhadap pria asal Australia itu.

Assange ditangkap polisi Inggris pada Kamis (11/4) waktu setempat setelah pemerintah Ekuador mencabut suaka diplomatik dan membatalkan status kewarganegaraan yang diberikan kepadanya. Diketahui bahwa Assange tinggal di dalam kompleks Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di London sejak tahun 2012.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (12/4/2019), Kepolisian Inggris awalnya menyatakan Assange ditangkap terkait pelanggaran status bebas bersyarat pada tahun 2012 lalu. Namun kemudian disebutkan bahwa Assange 'ditangkap atas permintaan Amerika Serikat' di mana dia diburu terkait dakwaan peretasan.

Dalam pernyataan terpisah di Washington DC, Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa Assange ditangkap di bawah perjanjian ekstradisi antara AS dan Inggris. Isu soal ekstradisi ini tidak pernah dikonfirmasi AS hingga dakwaan terhadap Assange diungkapkan pada Kamis (11/4) waktu setempat.


Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa Assange didakwa atas konspirasi peretasan komputer terkait aktivitasnya dengan mantan analis intelijen AS, Chelsea Manning pada Maret 2010. Manning sendiri telah divonis tujuh tahun penjara karena membocorkan data rahasia dan kini mendekam di penjara militer AS.

Lebih jelasnya, disebutkan bahwa Assange didakwa berkonspirasi bersama Manning dalam memecahkan password dan mengakses komputer Departemen Pertahanan AS yang terhubung dengan jaringan pemerintah AS untuk dokumen dan komunikasi rahasia. Aksi ini disebut bagian dari aksi pembocoran WikiLeaks tahun 2010 terkait ratusan ribu dokumen militer AS yang melaporkan misi perang di Afghanistan dan Irak, juga dokumen rahasia komunikasi diplomatik AS.

"Jika terbukti bersalah, dia terancam hukuman maksimum lima tahun penjara," sebut Departemen Kehakiman AS dalam pernyataannya.

Para pakar hukum dalam pernyataan terpisah menyatakan dakwaan-dakwaan lebih banyak akan dijeratkan pada Assange. Dakwaan terhadap Assange ini sebenarnya telah disusun secara rahasia pada Maret 2018, namun baru diungkap pada Kamis (11/4) waktu setempat.


Usai ditangkap, Assange telah dihadirkan di persidangan terkait pelanggaran ketentuan pembebasan bersyarat. Hakim Michael Snow menyatakan Assange bersalah atas pelanggaran tersebut dengan 'bersembunyi' di dalam Kedubes Ekuador selama tujuh tahun terakhir. Hakim Snow menyatakan Assange akan tetap ditahan hingga vonis terhadapnya terkait pelanggaran ketentuan pembebasan bersyarat dijatuhkan di kemudian hari.

Dilaporkan bahwa Assange bisa saja dipenjara di Inggris selama setahun ke depan terkait pelanggaran tersebut. Sementara itu, kasus ekstradisi terhadapnya yang diajukan AS akan disidangkan secara terpisah mulai 2 Mei mendatang.

Pengacara Assange, Jennifer Robinson, menyatakan kliennya akan 'menggugat dan melawan' ekstradisi terhadapnya.

Robinson menambahkan bahwa Assange juga meminta dirinya menyampaikan pesan ke para pendukungnya bahwa peringatan yang dilontarkannya berulang kali soal risiko ekstradisi AS, terbukti benar. "Dia bilang: 'Apa saya bilang'," ucap Robinson kepada wartawan dan pendukung Assange di luar Pengadilan Westminster.


(nvc/ita)

0 Response to "Julian Assange Ditangkap Atas Permintaan AS, Didakwa Konspirasi Peretasan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel