Eggi Serang Petahana di Kasus Tercoblosnya Surat Suara



Jakarta - Eggi Sudjana menyerang petahana terkait tercoblosnya surat suara di Malaysia. Juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini melaporkan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) hingga Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana ke Bawaslu.

"Persoalan seriusnya saya ke sini adalah sebagai caleg dari PAN nomor urut 3 dapil luar negeri, jadi saya dirugikan betul dengan kondisi ini, punya hak hukum saya mempersoalkan ini," ujar Eggi di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2019).

Selain Jokowi dan Rusdi, pihak lain yang dilaporkan ialah Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Malaysia, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di Luar Negeri (KPPSLN), Panitia Pengawas Pemilu di Luar Negeri (Panwas LN) di Malaysia, KPU, dan caleg Partai NasDem Davin Kirana dan Ahmad.
Pelaporan ke Bawaslu diregister atas dua nama, yakni Eggi dan Arismunandar, dengan nomor pelaporan 46/LP/PP/RI/00.00/IV/2019. Mereka melaporkan pihak-pihak tersebut atas dugaan jual-beli suara, kelalaian dari penyelenggara pemilu, serta diduga ada upaya kecurangan yang terstruktur dan sistematis.

Dugaan pasal yang dilanggar adalah Pasal 532 KUHP, Pasal 537 KUHP, Pasal 544 KUHP, Pasal 550 KUHP, Pasal 553 UU No 7/2017 tentang pemilu, dan Pasal 421 KUHP tentang penyalahgunaan wewenang oleh pejabat serta Pasal 1365 dan 1366 KUHP Perdata.

Eggi mengatakan pihaknya juga akan menggugat secara perdata tujuh pihak yang juga dilaporkan ke Bawaslu itu. Caleg PAN Dapil DKI 2 ini merasa dirugikan adanya surat suara tercoblos caleg NasDem di Malaysia. Gugatan perdata itu akan diajukan segera dengan total kerugian Rp 7 triliun.

Lokasi penemuan surat suara tercoblos di MalaysiaLokasi penemuan surat suara tercoblos di Malaysia (Foto: Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
"Yang keduanya ada pidana ada perdata pidananya ke polisi, perdatanya ke pengadilan negeri karena saya dirugikan. Coba bayangin spanduk kayak begini bikin bendera ke luar negeri tiba-tiba kalah karena orang dicoblos duluan kan nggak fair ini kurang ajar pengkhianat demokrasi. Oleh karena itu, saya rugi berat kita gugatlah, nanti uangnya kita juga bagi-bagi ke rakyat pakai pesawat Lion kan dia yang punya Lion nih. Untuk dibagi-bagi ke rakyat," ujar Eggi.

Sementara itu, pengacara Eggi, Pitra Romadhoni meminta Bawaslu mengusut kasus tersebut. Dia juga mendesak agar Jokowi didiskualifikasi.

"Untuk itu, karena memang ini yang tercoblos adalah 01 dan caleg daripada Partai NasDem, klien kami menginginkan Saudara Jokowi didiskualifikasi. Yang kedua, dari caleg NasDem yang sudah tercoblos tersebut segera diusut tuntas dan perlu segera ditindaklanjuti untuk dilakukan tindakan hukum berupa tindak pidana pemilu," kata Pitra.
Terkait kasus ini, Bawaslu berangkat ke Selangor, Malaysia, untuk melakukan investigasi dugaan ada jual-beli suara terkait tercoblosnya surat suara ini.

0 Response to "Eggi Serang Petahana di Kasus Tercoblosnya Surat Suara"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel