Rommy Tersangka Korupsi, PSI Wacanakan Sanksi Diskualifikasi Pemilu



Jakarta - Ketua Majelis Pertimbangan PPP Suharso Monoarfa ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum PPP menggantikan Romahurmuziy yang menjadi tersangka kasus korupsi. PSI menyoroti kasus Ketum parpol yang terbelit korupsi sembari mengusulkan agar ada aturan pencegah korupsi.

"Yang jelas dari peristiwa ini kami dari PSI semakin yakin bahwa seleksi terbuka untuk jabatan publik (termasuk caleg) memegang peranan penting untuk memitigasi potensi terjadinya korupsi," kata jubir PSI, Dini Purwono melalui pesan singkat, Minggu (17/3/2019).

Dini menjelaskan seleksi yang dimaksud itu adalah seleksi yang melibatkan pihak-pihak independen dan kredibel. Tujuannya agar berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor publik atau lembaga-lembaga negara.

Seperti diketahui, kasus Rommy ini adalah kasus kedua yang menjerat Ketum PPP. Menurut Dini, seharusnya partai korup diberi sanksi tegas agar jera dan tidak mengulangi perbuatannya.

"Harusnya ada sanksi tegas yang diberikan kepada parpol yang korup. Apalagi kalau sampai ketumnya yang korup. Harusnya didiskualifikasi dalam Pemilu, karena berarti integritas parpol patut dipertanyakan. Bahaya kalau parpol-parpol korup bisa dengan bebas berkeliaran memegang amanah rakyat. Terkait dengan kewajiban parpol ini juga harus ada sanksi tegas, apabila tidak dijalankan oleh parpol. Ini bisa ditambahkan melalui revisi UU parpol," katanya.

Menurutnya, alasan PSI mengkritik partai politik besar karena menurutnya jabatan publik itu adalah amanah besar kepada rakyat Indonesia. Dia juga meminta msyarakat agar cerdas dalam memilih calon legislatif di Pileg mendatang.

"Ini juga terkait dengan edukasi politik kepada rakyat yang selama ini tanpa mereka sadari turut mengirimkan orang-orang yang kurang baik, atau bahkan mereka tidak tau rekam jejaknya sama sekali ke dalam parlemen hanya karena mereka menerima uang dari caleg atau parpol. Jadi ini memang lingkaran setan yang harus diputus," pungkasnya.

Rommy dicopot dari posisi ketum PPP setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Romahurmuziy diduga meloloskan pendaftar seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag yakni Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin. KPK menyebut Muafaq diduga memberi duit Rp 50 juta pada Jumat (15/3) ke Rommy terkait posisi kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris diduga menyetor duit Rp 250 juta kepada Rommy diduga terkait posisi Kakanwil Kemenag Jatim pada 6 Februari 2019.
(zap/dnu)

0 Response to "Rommy Tersangka Korupsi, PSI Wacanakan Sanksi Diskualifikasi Pemilu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel