Bahrain Penjarakan 167 Orang karena Penindasan



Dubai - Pengadilan Bahrain menjatuhkan hukuman kepada 167 orang yang ditangkap pada tahun 2017 di sebuah rumah ulama terkemuka. Mereka dihukum penjara antara 6 bulan sampai 10 tahun.

Seperti dilansir Reuters Kamis (14/3/2019), hukuman dijatuhkan pada 27 Februari. Hal itu berdasarkan dokumen yang didapat Reuters. Mayoritas para terdakwa menerima masa hukuman setahun penjara. Pengadilan Tinggi menyerahkan 56 orang terdakwa dengan hukuman 10 tahun penjara. Sementara empat orang dibebaskan.

Dalam dokumen itu tidak merinci soal dakwaan, melainkan juru bicara pemerintah mengatakan para terpidana dinyatakan bersalah atas penculikan dan penyiksaan warga yang tidak bersalah dan serangan terhadap petugas polisi.

Lalu, dua pengacara yang terlibat dalam kasus ini telah mengajukan banding. Salah satu diantaranya mengatakan kalau para terdakwa yang ditahan selama enam bulan sebelum dibebaskan dengan jaminan pada akhir 2017, tidak diadili karena hukuman tersebut.

"Tidak satu pun dari para terdakwa datang ke pengadilan ketika hukuman diumumkan karena mereka takut ditangkap," kata seorang pengacara, yang menolak disebutkan namanya.

Persidangan massal menjadi hal biasa di Bahrain setelah pemberontakan yang dipimpin anggota mayoritas Syiah gagal di tahun 2011. Banyak orang dipenjaraka, dari tokoh-tokoh oposisi terkemuka hingga tokoh aktivis hak asasi manusia. Banyak juga telah melarikan diri ke luar negeri.

Mantan anggota kelompok oposisi yang dibubarkan al-Wefaq, yang dekat dengan Qassim, mengatakan di akun Twitter mereka menggunakan nama kelompok itu bahwa para terdakwa tidak bersalah dan menggambarkan serangan Mei 2017 sebagai "serangan brutal, berdarah".
(eva/nvl)

0 Response to "Bahrain Penjarakan 167 Orang karena Penindasan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel